Di antara keutamaan Islam adalah bahwa agama ini hanya memerintahkan para pemeluknya untuk beribadah kepada Allah, Pemilik seluruh kerajaan. Keadaan ini berbeda dengan orang-orang musyrik penyembah berhala. Mereka menyembah sesuatu yang lemah, sesuatu yang tidak mampu mengurusi dirinya sendiri; bahkan apa yang mereka sembah adalah sesuatu yang fakir dan tidak memiliki apa-apa.

Adapun Islam menuntun para pemeluknya agar bergantung hanya kepada Yang Maha Esa. Dialah Pemilik seluruh kerajaan, Maha Pencipta, dan Maha Pemberi rezeki. Demikianlah hakikat agama Islam, yaitu memerintahkan para pemeluknya agar hanya bergantung kepada Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Kokoh.

Orang-orang yang beribadah hanya kepada Allah (muwahid) akan kita dapati sebagai orang-orang yang kokoh hatinya. Hati mereka senantiasa berada di atas keyakinan. Adapun orang-orang musyrik, hati mereka selalu berada dalam keraguan, kebingungan, dan tak tau arah.

Adapun orang-orang yang bertauhid, ketika mereka mendengar segala sesuatu yang berkaitan dengan Allah, maka keyakinan mereka akan terus bertambah. Inilah kenikmatan yang dirasakan oleh orang-orang yang bertauhid, sebagaimana firman Allah Ta‘ala:

قُلْ يَأَيُّهَا النَّاسُ إِن كُنتُمْ فِي شَكٍّ مِن دِينِي فَلَآ أَعْبُدُ ٱلَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَٰكِنْ أَعْبُدُ ٱللَّهَ الَّذِي يَتَوَفَّكُمْ

“Katakanlah, “Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu…”(QS.Yunus:104)

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa‘di Menafsirkan ayat diatas dengan mengatakan:

يقول تعالى لنبيه محمد ﷺ، سيد المرسلين، وإمام المتقين وخير الموقنين: ﴿قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي شَكٍّ مِنْ دِينِي ْ﴾ أي: في ريب واشتباه، فإني لست في شك منه، بل لدي العلم اليقيني أنه الحق، وأن ما تدعون من دون الله باطل، ولي على ذلك، الأدلة الواضحة، والبراهين الساطعة.

ولهذا قال: ﴿فَلَا أَعْبُدُ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ ْ﴾ من الأنداد، والأصنام وغيرها، لأنها لا تخلق ولا ترزق، ولا تدبر شيئًا من الأمور، وإنما هي مخلوقة مسخرة، ليس فيها ما يقتضي عبادتها.

﴿وَلَكِنْ أَعْبُدُ اللَّهَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ ْ﴾ أي: هو الله الذي خلقكم، وهو الذي يميتكم، ثم يبعثكم، ليجازيكم بأعمالكم، فهو الذي يستحق أن يعبد، ويصلى له ويخضع ويسجد.

﴿وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ﴾

Allah Ta‘ala berfirman kepada Nabi-Nya Muhammad ﷺ, pemimpin para rasul, imam orang-orang bertakwa, dan sebaik-baik orang yang memiliki keyakinan: “Katakanlah: Wahai manusia, jika kalian berada dalam keraguan terhadap agamaku,” yakni dalam kebimbangan dan kesamaran. Maka sesungguhnya aku sama sekali tidak ragu terhadapnya; bahkan aku memiliki ilmu yang yakin bahwa agama ini adalah kebenaran, dan bahwa apa yang kalian sembah selain Allah adalah batil. Aku memiliki atas hal itu dalil-dalil yang jelas dan bukti-bukti yang terang.

Oleh karena itu Allah berfirman: “Maka aku tidak menyembah apa yang kalian sembah selain Allah,” yaitu berbagai tandingan, berhala-berhala, dan selainnya, karena semua itu tidak dapat menciptakan, tidak memberi rezeki, dan tidak mengatur sesuatu pun dari urusan-urusan. Sesungguhnya ia hanyalah makhluk yang diciptakan dan ditundukkan, tidak ada padanya sesuatu pun yang menuntut untuk disembah.

“Akan tetapi aku menyembah Allah yang mewafatkan kalian,” yaitu Allah yang menciptakan kalian, Dia pula yang mematikan kalian, kemudian membangkitkan kalian kembali untuk membalas amal-amal kalian. Maka Dialah yang berhak untuk disembah, didoakan, ditunduki, dan disujudkan kepada-Nya.”

Refrensi:

Qur’an Tadabbur, Tafsir As-Sa’di