Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan sangat agung dalam syariat. Setiap langkah dalam pelaksanaan haji mengandung pelajaran dan hikmah yang mendalam, mulai dari kesabaran, keikhlasan, hingga persaudaraan umat Islam tanpa memandang latar belakang. Karena itu, memahami keutamaan ibadah haji menjadi hal yang penting agar seorang Muslim dapat semakin terdorong untuk menunaikannya dengan hati yang penuh kesadaran dan kecintaan kepada Allah ﷻ.

Berikut ini delapan keutamaan ibadah haji beserta dalil-dalilnya.

1. Haji merupakan rukun islam dan landasan utamanya

Dari Abdullah bin ‘Ummar bin Khattab radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Aku mendengar Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

بُنِيَ الإِسلَامُ عَلَى خَمسٍ: شَهَادَةِ أَن لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُولُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وحَجِّ البَيتِ، وَصَومِ رَمَضَانَ

Islam dibangun di atas 5 perkara: Bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Haji menghapus dosa-dosa yang telah lalu

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

مَن حَجَّ لِلَّهِ فَلَم يَرفُثْ وَلَم يَفسُقْ، رَجَعَ كَيَومِ وَلَدَتْهُ أُمُّه

Siapa yang berhaji karena Allah, tidak melakukan rafats dan tidak berbuat fasiq, maka ia akan kembali seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Al Bukhari)

Makna rafats adalah: Perbuatan dan perkataan yang mengarah kepada hubungan suami istri atau hal-hal yang mengundang syahwat. Adapun fasiq maknanya: Bermaksiat kepada Allah ﷻ dan meninggalkan apa yang diperintahkannya.

3. Haji mabrur merupakan amalan yang paling afdhal di sisi Allah ﷻ

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

أنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ: أيُّ العَمَلِ أَفضَلُ؟ فَقَالَ: إِيمَانٌ بِاللهِ وَرَسُولِهِ. قِيلَ: ثُمَّ مَاذَا؟ قَالَ: اَلجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ، قِيلَ: ثُمَّ مَاذَا؟ قَالَ: حَجٌّ مَبرُورٌ

Bahwasanya Rasulullah ﷺ ditanya: Amalan apa yang paling afdhal? Rasulullah menjawab: Iman kepada Allah dan Rasul-Nya, Beliau ditanya: Kemudian apa lagi? Rasulullah menjawab: Jihad di jalan Allah, Beliau ditanya: Kemudian apa lagi? Rasulullah menjawab: Haji mabrur.” (HR. Al Bukhari)

Yuk Baca Artikel Kami Lainnya:……..

4. Balasan haji mabrur adalah surga

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda:

العُمرةُ إلى العُمرة كفارة لِما بينَهُما والحجُّ المبرورُ ليسَ لَهُ جزاءٌ إلَّا الجنَّةُ

Umrah ke umrah merupakan penembus dosa diantar keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasan baginya selain surga.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

5. Haji mabrur termasuk jihad di jalan Allah ﷻ

Dari ‘Aisyah -ummul Mukminin- radhiyallahu ‘anha, ia berkata:

يا رَسولَ اللهِ، نَرى الجِهادَ أفضَلَ العَمَلِ، أفلا نُجاهِدُ؟ قال: لا، لَكِنَّ أفضَلَ الجِهادِ حَجٌّ مَبرورٌ

“Wahai Rasulullah, kami menganggap bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhal, bukankah kami harus ikut berjihad? Rasulullah berkata: Tidak, akan tetapi jihad yang paling afhdal adalah haji mabrur.” (HR. Al-Bukhari)

6. Orang yang berhaji mendapatkan jaminan dari Allah ﷻ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

 ثلاثٌ في ضمانِ اللهِ عزَّ وجلَّ رجلٌ خرج إلى مسجدٍ من مساجدِ اللهِ عزَّ وجلَّ ورجلٌ خرج غازيًا في سبيلِ اللهِ ورجلٌ خرج حاجًّا

“Tiga golongan yang berada di bawah jaminan Allah ‘azza wa jalla: Orang yang pergi ke salah satu masjid Allah, orang yang keluar berperang di jalan Allah, dan orang yang pergi menunaikan ibadah haji.” (Sanad hadits ini shahih sesuai dengan syarat Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim, diriwayatkan oleh Al-Humaidi di musnadnya no 1090)

7. Orang yang berhaji adalah tamu Allah ﷻ

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Muhammad ﷺ, beliau bersabda:

الغازى فى سَبيلِ اللهِ، والحاجُّ الى بيتِ اللهِ، والمعتمِرُ وفدُ اللهِ، دعاهُم فأَجابوهُ وسألوه، فأعطاهم

Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji dan orang yang berumroh adalah tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan-Nya. Dan mereka meminta kepada-Nya, Allah pun memberi mereka.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban, Syeikh Al-Albani mengatakan hadits ini hasan lil ghairih)

8. Haji menghilangkan kemiskinan dan menghapus dosa

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhuRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ دُونَ الْجَنَّةُ

“Lakukanlah haji dan umrah secara beriringan (berulang), karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa, sebagaimana api tungku menghilangkan kotoran dari besi, emas, dan perak. Dan tidak ada balasan bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ahmad)

والله تعالى أعلى وأعلم

Referensi: Al-Mausu’ah Al-Haditsiyah