Di antara keutamaan Islam adalah bahwa siapa saja yang berpegang teguh kepada agama Islam akan memperoleh dua rahmat dari Allah Ta‘ala. Selain itu, ia juga akan mendapatkan cahaya dari Allah Ta‘ala, yaitu berupa ilmu dan kemampuan untuk membedakan antara yang hak dan yang batil, serta antara petunjuk dan kesesatan. Hal ini karena agama Islam adalah agama yang ditopang oleh dua cahaya, yaitu cahaya Al-Qur’an dan cahaya Sunah. Selain itu, ia juga akan mendapatkan ampunan dari Allah Ta‘ala.
Allah Ta‘ala berfirman:
يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَحْمَتِهِ وَيَجْعَلْ لَكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah akan memberikan kepadamu dua bagian dari rahmat-Nya, menjadikan untukmu cahaya yang dengannya kamu dapat berjalan, serta mengampuni kamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hadid: 28)
Oleh karena itu, siapa saja yang berpegang teguh kepada agama Islam dengan sungguh-sungguh, niscaya Allah akan memberinya cahaya petunjuk. Sebaliknya, siapa yang meninggalkannya, berarti ia telah meninggalkan cahaya Islam, sehingga ia berada dalam kesesatan yang nyata.
Allah Ta‘ala berfirman:
يَأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا
“Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Rabb kalian, dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur’an).” (QS. An-Nisa: 174)
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah menafsirkan ayat diatas dengan mengatakan:
Allah Ta‘ala menganugerahkan nikmat kepada seluruh manusia dengan apa yang telah Dia sampaikan kepada mereka berupa dalil-dalil yang pasti dan cahaya-cahaya yang terang. Dia menegakkan hujah atas mereka dan menjelaskan jalan yang lurus bagi mereka. Maka Dia berfirman:
“Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian suatu bukti dari Rabb kalian.”Maksudnya: hujah-hujah yang tegas atas kebenaran, yang menjelaskannya dan menerangkannya, serta menjelaskan lawannya (kebatilan).
Hal ini mencakup dalil-dalil akal dan dalil-dalil naqli, ayat-ayat kauniyah di ufuk-ufuk (alam semesta) dan ayat-ayat dalam diri manusia.
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa ia (Al-Qur’an) adalah kebenaran.”
Dalam firman-Nya: “dari Rabb kalian” terdapat petunjuk tentang kemuliaan dan keagungan bukti ini, karena ia datang dari Tuhan kalian yang telah mendidik dan memelihara kalian dengan pendidikan agama dan dunia. Termasuk bentuk pemeliharaan-Nya yang patut dipuji dan disyukuri adalah Dia menyampaikan kepada kalian bukti-bukti yang jelas, agar dengan itu Dia memberi petunjuk kepada kalian menuju jalan yang lurus dan sampai ke surga-surga kenikmatan.
“Dan Kami turunkan kepada kalian cahaya yang terang,” yaitu Al-Qur’an yang agung ini, yang mencakup ilmu-ilmu orang-orang terdahulu dan yang datang kemudian, berita-berita yang benar dan bermanfaat, perintah terhadap setiap keadilan, kebaikan, dan kebajikan, serta larangan dari setiap kezaliman dan kejahatan. Manusia berada dalam kegelapan jika mereka tidak mengambil cahaya dari sinarnya, dan berada dalam kesengsaraan yang besar jika mereka tidak mengambil bagian dari kebaikannya.
Referensi:
- Al-Qur’an Al-Karim
- Tafsir As-Sa‘di
- Syarah Fadhlul Islam