Setiap perjalanan yang kita lakukan, seaman apa pun rutenya dan kendaraannya tetap menyimpan ketidakpastian. Oleh karena itu Islam mengajarkan doa dalam setiap kegiatan yang kita lakukan, termasuk doa ketika safar. Di dalam tulisan ini kita akan mempelajari doa doa seputar safar beserta maknanya yang bisa kita amalkan saat perjalanan.
1. Doa Musafir untuk Orang yang Ditinggalkan (mukim)
أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِي لاَ تَضِيْعُ وَدَائِعُهُ
ASTAWDI’UKALLOHALLADZII LAA TADHII’U WA DAA-I’UHU.
Aku menitipkanmu kepada Allah yang tidak akan menyia-nyiakan titipan-Nya. (HR. Ibnu Majah, 2825)
Kemudian, orang yang ditinggalkan (mukim) membalasnya dengan doa berikut:
2. Doa Orang yang Ditinggalkan (mukim) untuk Musafir
أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
ASTAWDI’ULLOHA DIINAKA, WA AMAANATAKA, WA KHOWAATIIMA ‘AMALIKA.
Aku menitipkan agamamu, amanahmu dan penutup amalmu kepada Allah. (HR. Abu Dawud [2600], At-Tirmidzi [3443] dan Ibnu Majah [2826])
Kemudian di sunnahkan juga bagi mukim (orang yang menetap) untuk mendoakan musafir (orang yang melakukan perjalanan) dengan doa berikut:
زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
ZAWWADAKALLOHUT TAQWAA, WA GHOFARO DZANBAKA, WAYASSARO LAKALKHOIRO HAITSUMAA KUNTA.
Semoga Allah membekalimu ketakwaan, mengampuni dosamu, dan memudahkan kebaikan untukmu di mana pun kamu berada.
3. Doa Naik Kendaraan
Ketika kita ingin menaiki kendaraan disunnahkan membaca:
بسم الله 3
Dengan menyebut nama Allah (3x).
Ketika sudah menaiki kendaraan membaca:
الحَمْدُ للِه, سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ, وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
اللَّهُ أَكبرُ 3 ,الحمدُ للَّهِ 3
سُبحَانَكَ إنِّي قَد ظَلَمتُ نَفسِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلَّا أَنْتَ
ALHAMDULILLAH, SUBHAANALLADZII SAKH-KHORO LANAA HAADZAA WA MAA KUNNAA LAHUU MUQRINIIN. WA INNAA ILAA ROBBINAA LAMUN-QOLIBUUN. ALHAMDULILLAH (3X) ALLAHU AKBAR (3X), SUBHAANAKA INNII QOD ZHOLAMTU NAFSII, FAGHFIRLII FA-INNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA.
Segala puji bagi Allah, Mahasuci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami.
Allah Maha Besar (3x), Segala puji bagi Allah (3x).
Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri maka ampunilah aku, karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau. (HR. Abu Dawud [2602], At-Tirmidzi [2446], Imam Ahmad [753])
4. Doa Safar
الله أَكْبَرُ 3
سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ, وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى. اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ. اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ. اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ
ALLOHU AKBAR (3X), SUBHAANALLADZII SAKH-KHORO LANAA HAADZAA WA MAA KUNNAA LAHUU MUQRINIIN. WA INNAA ILAA ROBBINAA LAMUN-QOLIBUUN. ALLOHUMMA INNAA NAS-ALUKA FII SAFARINAA HAADZAL BIRRO WAT TAQWAA WA MINAL ‘AMALI MAA TARDHOO. ALLOHUMMA HAWWIN ‘ALAINAA SAFARONAA HAADZAA, WATHWI ‘ANNAA BU’DAHUU. ALLOHUMMA ANTASH SHOOHIBU FIS SAFARI, WAL KHOLIIFATU FIL AHLI. ALLOHUMMA INNII A’UUDZUBIKA MIN WA’TSAA-IS SAFARI WA KA-AABATIL MANZHORI WA SUU-IL MUNQOLABI FIL MAALI WAL AHLI.
Allah Mahabesar (3x)
Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah teman dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga.
Dan apabila kembali, doa diatas dibaca dengan tambahan:
آيِبُونَ، تَائِبُونَ، عَابِدُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ
AAYIBUUNA, TAA-IBUUNA, ‘AABIDUUNA, LIRABINAA HAMIDUUNA.
Kami kembali, kami bertaubat, kami beribadah, dan kepada Rab kami, kami memuji. (HR. Imam Muslim, 1342)
5. Doa Ketika Melewati Jalan Mendaki dan Menurun
“عَن جَابِر رضي الله عنه: “كُنَّا إِذَا سَافَرْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وَسَلَّمَ إِذَا صَعِدْنَا كَبَّرْنَا، وَإِذَا هَبَطْنَا سَبَّحْنَا
Diriwayatkan dari Jabir radiyallahu anhu: Dahulu ketika kami melakukan perjalanan bersama Rasulullah ﷺ, ketika kami naik kami “Bertakbir (الله أكبر)” dan ketika kami turun kami “Bertasbih (سبحان الله)”. (HR. An-Nasai, 10300)
Doa ini dibaca ketika mendaki dan menurun, baik saat berada di atas hewan tunggangan seperti kuda dan sapi, maupun ketika menggunakan kendaraan darat seperti sepeda motor dan mobil, bahkan saat berada di dalam pesawat.
6. Doa Memasuki Sebuah Daerah (Desa atau Kota)
اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَواتِ السَّبعِ وَمَا أَظْلَلْنَ وَرَبَّ الأَرَضِينَ السَّبعِ وَمَا أَقْلَلْنَ وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ وَرَبَّ الشَّيَاطِينِ وَمَا أَضْلَلْنَ نَسأَلُكَ خَيرَ هَذِهِ الْقَريَةِ وَخَيرَ أَهلِهَا وَنَعُوذُ بِك مِن شَرِّهَا وَشَرِّ أَهلِهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا
ALLOHUMMA RABBAS SAMAWAATIS SAB’I WAMAA ADZHLALNA WARABBAL ARADHIINAS SAB’I WAMAA AQLALNA WARABBAR RIYAHI WAMAA DZAROINA WARABBASY SYAYATHIINA WAMAA ADHLALNA NAS-ALUKA KHOIRO HADZIHIL QORYATI WA KHOIRO AHLIHAA WA NA’UUDZU BIKA MIN SYARRIHAA WA SYARRI AHLIHAA WA SYARRI MAA FIIHAA.
Ya Allah, Rab pemilik tujuh langit dan apa yang dinaunginya, Rab pemilik tujuh bumi dan apa yang dihasilkannya, Rab pemilik angin dan apa yang dihembuskannya, Rab para setan dan segala yang disesatkannya, kami memohon kepada-Mu kebaikan negri ini dan kebaikan penduduknya, dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatannya, kejahatan penduduknya, dan kejahatan yang ada di dalamnya. (HR. An-Nasai, 10377)
Referensi:
- Hisnul Muslim