Sahabat Riwayah…

Sebentar lagi kita akan dipertemukan kembali dengan bulan yang yang sangat kita rindukan, bulan yang sangat istimewa dalam islam, di bulan ini kita belajar apa arti kesabaran, sabar dalam ibadah, sabar dalam menahan hawa nafsu, siangnya kita berpuasa malamnya kita qiyamul lail, tidak akan kita temukan ibadah dan yang seperti ini dibulan lainnya. Ia adalah Bulan Ramadhan, bulan ke 9 dari 12 bulan hijriah, yang Allah ﷻ pilih untuk dilaksanakan rukun islam yang ke 4 padanya, bulan ini adalah momentum tahunan yang Allah ﷻ jadikan sebagai ladang pahala terbuka lebar bagi kaum Muslimin. Siapa yang masuk ke dalamnya dengan iman dan kesungguhan, ia akan keluar dalam keadaan lebih baik dari sebelumnya. Dan siapa yang menyia-nyiakannya, maka ia telah melewatkan kesempatan yang sangat besar.

Bulan ini memiliki keutamaan yang agung dibandingkan dengan bulan-bulan yang lainnya di antaranya:

1. Bulan diturunkannya Al-Qur’an

Allah ﷻ berfirman di dalam Al-Quran surah Al-Baqoroh ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

Artinya: Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).

Ayat ini menunjukkan bahwa Bulan Ramadhan bula diturunkannya Al-Quran, menjadikannya lebih mulia dari pada bulan-bulan lainnya. Para ulama berkata: Al-Quran Al-Karim merupakan sebaik-baik kitab, diturunkan kepada sebaik-baik rasul-Nya Muhammad ﷺ, pada sebaik-baik bulan yaitu Bulan Ramadhan.

2. Adanya Malam Lalaitur Qadar

Di antara keutamaan terbesar Bulan Ramadhan adalah adanya malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Malam ini hanya ada pada malam ganjil di sepuluh terakhir Bulan Ramadhan. Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk memperbanyak amalan-amalan kebaikan seperti: shalat, doa, membaca Al-Quran dan dzikir. Allah ﷻ berfirman dalam surah Al-Qadr ayat 1-5:

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ ١ وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ ٢ لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ ٣ تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرٖ ٤ سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ ٥} [سورة القدر:1-5]

Artinya: 1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur`an) pada Lailatul qadar. 2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?. 3.Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. 4. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Rabnya untuk mengatur semua urusan. 5. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

3. Puasa Ramadhan Menghapus Dosa

Sesungguhnya siapa yang berpuasa Ramadhan dan mendirikan malamnya dengan iman dan mengharapkan pahala, dosa-dosanya akan diampuni. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

ِمَن صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنبِه

“Siapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharapkan pahala, maka dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni” (Muttafaqun Alaihi)

Dan dalam hadits yang lain Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

ِمَن قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانََا وَاحتِسَابََا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنبِه

“Siapa yang mendirikan malam Ramadhan dengan iman dan mengharapkan pahala, maka dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni.” (Muttafaqun Alaihi)

Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan bukan sekadar menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi ibadah yang dilakukan dengan keimanan dan keikhlasan. Inilah yang menjadi sebab pengampunan dosa-dosa yang telah lalu.

4. Dibukanya Pintu Surga, Ditutupnya Pintu Neraka dan Dibelenggunya Setan-setan

Sebagaimana yang dikabarkan dari Nabi Muhammad ﷺ:

إِذَا جَاءَ رَمَضَان، فُتِحَت أَبوَابُ الجَنَّةِ وَغُلقَت أَبوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِين

“Apabila Ramadhan Datang, maka pintu-pintu surga akan dibuka, pintu-pintu neraka akan ditutup, dan setan-setan akan dibelenggu”. (Muttafaqun Alaihi)

5. Umrah Dibulan Ramadhan Pahalanya Seperti Pahala Haji.

Seperti yang sudah diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim bahwa Nabi Muhammad ﷺ berkata kepada Ummi Sinnan Al-Ansoriyah:

فَإِذَا جَاءَ رَمَضَان فَاعتَمَرِي، فَإِنَّ عُمرَةََ فِيهِ تَعدِلُ حَجَّة

“Apabila datang Bulan Ramadhan, maka umrohlah, karena umrah dibulan Ramadhan pahalanya setara dengan Haji” (Muttafaqun Alaihi)

Walaupun demikian, umrah dibulan Ramadhan tidak menggugurkan kewajiban haji.

6. Shalat Malam (Tarawih/Qiyamul Lail) bersama Imam Hingga Selesai, Dicatat Ibadah Shalat Semalam Suntuk

Shalat tarawih dan witir berjamaah atau qiyamul lail mengikuti imam dari awal sampai selesai, akan dicatat baginya pahala shalat semalam suntuk. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

مَن قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامَ لَيلَةِِ

“Siapa yang mendirikan shalat malam bersama imam sampai ia selesai, maka dicatat baginya shalat satu malam penuh” (HR. Abu Dawud, Imam Ahmad, An Nasai)

7. Pembebasan dari Api Neraka

Diriwayatkan hadits dari Imam Ahmad dengan sanad yang shahih, bahwasanya Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ فِي كُلِّ يَوم وَلَيلَةِِ عِتقَاءُ مِن النَّارِ فِي شَهرِ رَمَضَانَ

“Sesungguhnya Allah di setiap hari dan malam Ramadhan membebaskan hamba-Nya dari api neraka” (HR. Imam Ahmad)

8. Doa Orang yang Berpuasa Mustajab

Juga hadits yang diriwayatkan dari Imam Ahmad dengan sanad yang shahih, bahwasanya Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

وَإِنَّ لِكُلِّ مُسلِمِِ دَعوَةٌ يَدعُو بِهَا فَيُستَجَابُ لَهُ

“Dan setiap muslim yang memiliki doa, ia berdoa dengan doa itu maka akan dikabulkan” (HR. Imam Ahmad)

Dan dari Imam Al-Baihaqi dengan sanad yang shahih bahwasanya Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

ثَلَاثُ دَعوَات مُستَجَابَات: دَعوَةُ الصَّائِمِ وَدَعوَةُ المَظلُومِ وَدَعوَةُ المُسَافِرِ

“Tiga doa yang mustajab: Doa orang yang berpuasa, doa orang yang dizhalimi, dan doa orang yang musafir” (HR. Al-Baihaqi)

Bulan Ramadhan adalah anugerah besar dari ﷻ yang seharusnya disambut dengan rasa syukur dan persiapan yang matang. Ia bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi kesempatan emas untuk memperbaiki iman, memperbanyak amal, dan membersihkan diri dari dosa-dosa.

Semoga Allah ﷻ memberi kita taufik untuk mengisi Ramadhan dengan amal shalih, menerima ibadah kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang diampuni serta dibebaskan dari api neraka, dan mendapatkan predikat taqwa. Aamiin ya Rabal ‘alamin

والله أعلم.

Referensi:

  1. Al-Quranul Karim dan Terjemahannya (Al-Quran Kemenag)
  2. Shahih Al-Bukhari
  3. Shahih Muslim
  4. Dr. Abu Abdillah Wail bin Ali, Fadha-il syahri romadhan,