Sungguh termasuk nikmat Allah yang agung atas hamba-hamba-Nya adalah Dia menjadikan bagi hamba-hambanya tersebut berbagai musim ibadah; di dalamnya banyak ketaatan, kesalahan-kesalahan dihapus, dosa dan keburukan diampuni, pahala dilipatgandakan, rahmat diturunkan, dan Allah memebrikan karunia yang besar.
Dan musim yang paling mulia dan paling agung kedudukannya di sisi Allah tersebut adalah bulan Ramadan yang diberkahi. Allah Ta‘ala berfirman:
شَهْرُ رَمَصَانَ ٱلَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْفُرْءَانُ هُدَى لِلنَّاسِ وَبَيّنَٰتٍ مِنَ الْهُدَى وَٱلْفُرْقَانِ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).”
Betapa mulianya bulan tersebut dan betapa agungnya musim tersebut! Bulan yang penuh berkah dan kebaikan; bulan puasa dan qiyam; bulan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka; bulan kedermawanan, kemurahan hati, pengorbanan, pemberian, kebaikan, dan ihsan.
Sungguh, Rasulullah ﷺ dahulu memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan datangnya bulan yang agung ini, serta mendorong mereka untuk bersungguh-sungguh dalam mengerjakan amal-amal saleh, baik yang wajib maupun yang sunah, berupa shalat dan sedekah; menebarkan kebaikan dan ihsan; bersabar dalam ketaatan kepada Allah; memakmurkan siangnya dengan puasa dan malamnya dengan qiyam; serta mengisi waktu-waktunya yang penuh berkah dengan zikir, syukur, tasbih, tahlil, dan tilawah Al-Qur’an. Sebagaimana telah datang kepada kita hadits-hadits dari beberapa sahabat yang mulia radhiallahu’anhum, diantaranya dari Anas bin Malik رضي الله عنه, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
«هَذَا رَمَضَانُ قَد جَاءَ، تُفتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الجَنَّةِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ النَّارِ وَتُسَلَّسُ فِيهِ الشَّيَاطِينُ»
“Bulan Ramadan telah datang. Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: «إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِن شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ، وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ»
“Apabila malam pertama bulan Ramadan tiba, setan-setan dan golongan jin yang durhaka dibelenggu. Pintu-pintu neraka ditutup sehingga tidak ada satupun yang dibuka, dan pintu-pintu surga dibuka sehingga tidak ada satupun yang ditutup. Datanglah seruan menyeru: “Wahai pencari kebaikan, sambutlah! Wahai pencari kejahatan, berhentilah!’ Dan Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari api neraka pada setiap malam.”
Diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah رضي الله عنه, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: «قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الجَنَّةِ، وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ»
“Telah datang kepadamu bulan Ramadan, bulan yang diberkahi, yang Allah wajibkan untukmu berpuasa padanya. Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang terhalang dari kebaikannya, sungguh ia telah terhalang dari kebaikan yang banyak.”
Rasulullah ﷺ telah menggambarkan bulan Ramadan sebagai bulan yang diberkahi. Sesungguhnya ia benar-benar bulan yang penuh berkah; setiap saat di bulan ini dipenuhi dengan keberkahan, berkah pada waktu, berkah pada amal, dan berkah pada pahala dan balasan. Di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar yang mulia, yang lebih baik daripada seribu bulan. Termasuk keberkahan bulan ini, sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, adalah pahala amal yang dilipatgandakan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan dan golongan jin yang durhaka dibelenggu, dan Allah membebaskan banyak hamba-Nya dari api neraka.
Diriwayatkan dalam Sahihain dari Abu Hurairah رضي الله عنه, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَن صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنبِهِ، وَمَن قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنبِهِ»
“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan dengan iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosa yang telah lalu. Dan barangsiapa menunaikan qiyam di malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosa yang telah lalu.”
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
«مَن قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنبِهِ»
“Barangsiapa menunaikan qiyam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosa yang telah lalu.”
Oleh karena itu, salah satu kerugian terbesar dan kehilangan paling besar adalah apabila seseorang melewatkan bulan Ramadan yang mulia ini tanpa mendapatkan ampunan dari Allah. Ia tidak memanfaatkan bulan ini untuk menghapus dosa-dosanya karena berlebihan terhadap dirinya, dan ia tidak bertaubat, serta meninggalkan kesempatan berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan taubat, penyerahan diri, kerendahan hati, khusyuk, dan istighfar. Akibatnya, bulan yang mulia ini datang dan pergi, sedangkan ia tetap berada dalam dosa-dosanya, keras hatinya, dan terus berjalan dalam kesesatannya.
Sumber:
Maqolat Romadhoniyah Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr hafidzahullah hlm.8