Sungguh telah dijelaskan sebelumnya bahwa zikir kepada Allah adalah amalan yang paling mulia dan paling utama. Setiap amalan yang dilakukan seorang hamba, semakin banyak ia berzikir kepada Allah di dalamnya, maka semakin besar pula pahala yang ia peroleh dari amalan tersebut.
Hal ini berdasarkan riwayat yang dibawakan oleh Ahmad bin Hanbal dan Sulaiman bin Ahmad al-Tabarani, dari Sahl bin Mu’adz bin Anas Al-Juhani, dari ayahnya, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda ketika ditanya:
عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ الْجُهَنِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ: أَيُّ الْمُجَاهِدِينَ أَعْظَمُ أَجْرًا يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ تَعَالَى ذِكْرًا». قَالَ: فَأَيُّ الصَّائِمِينَ أَعْظَمُ أَجْرًا؟ قَالَ: «أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ ذِكْرًا». ثُمَّ ذَكَرَ الصَّلَاةَ وَالزَّكَاةَ وَالْحَجَّ وَالصَّدَقَةَ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ ذِكْرًا». فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ لِعُمَرَ: ذَهَبَ الذَّاكِرُونَ بِكُلِّ خَيْرٍ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «أَجَلْ».
“Seorang lelaki bertanya:
“Wahai Rasulullah, siapakah para mujahid yang paling besar pahalanya?”
Beliau menjawab:
“Yang paling banyak berzikir kepada Allah Ta‘ala.”
Ia bertanya lagi:
“Lalu siapakah orang yang berpuasa yang paling besar pahalanya?”
Beliau menjawab:
“Yang paling banyak berzikir kepada Allah.”
Kemudian ia menyebutkan shalat, zakat, haji, dan sedekah. Setiap itu Rasulullah ﷺ menjawab:
“Yang paling banyak berzikir kepada Allah.”
Maka Abu Bakr al-Siddiq berkata kepada Umar ibn al-Khattab:
“Orang-orang yang banyak berzikir telah membawa seluruh kebaikan.”
Rasulullah ﷺ pun bersabda:
“Benar.”
Berkata Ibn Qayyim al-Jawziyya رحمه الله:
“Sesungguhnya orang yang paling utama dalam setiap amalan adalah yang paling banyak berzikir kepada Allah di dalamnya. Maka orang yang paling utama di antara orang-orang yang berpuasa adalah yang paling banyak berzikir kepada Allah dalam puasanya. Orang yang paling utama di antara orang-orang yang bersedekah adalah yang paling banyak berzikir kepada Allah. Orang yang paling utama di antara para jamaah haji adalah yang paling banyak berzikir kepada Allah. Demikian pula seluruh amalan lainnya.”
Dan Allah Subhanahu wa Ta‘ala tidaklah memerintahkan untuk memperbanyak sesuatu kecuali karena pentingnya perkara tersebut, agung kedudukannya, serta banyaknya manfaat dan kebaikan yang diperoleh oleh seorang hamba yang berzikir.
Zikir memiliki faedah yang tidak terhitung dan buah serta hasil yang tidak dapat dibatasi. Di antara hal yang pantas pada kesempatan ini adalah mengingatkan orang-orang yang berpuasa tentang sebagian manfaat zikir:
- Zikir mengusir dan melemahkan setan
Zikir dapat mengusir setan, menekannya, dan menghancurkannya.
Allah Ta‘ala berfirman:
وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ
“Barang siapa berpaling dari zikir kepada Ar-Rahman, Kami jadikan baginya setan (yang menyesatkan), maka setan itu menjadi teman yang selalu menyertainya.” (Az-Zukhruf: 36)
Dan Allah Subhanahu wa Ta‘ala juga berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, apabila mereka ditimpa godaan dari setan, mereka segera mengingat Allah, maka ketika itu juga mereka menjadi sadar (melihat kebenaran).” (Al-A‘raf: 201)
- Zikir mendatangkan ketenangan hati
Di antara manfaatnya juga: zikir mendatangkan kegembiraan, kebahagiaan, ketenangan, dan kedamaian dalam hati orang yang berzikir.
Allah Ta‘ala berfirman:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ القُلُوبُ
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra‘d: 28)
Dan sudah sepantasnya hati orang-orang beriman bahkan memang layak dan selayaknya demikian tidak merasa tenteram dan tidak merasa tenang kecuali dengan zikir kepada Allah, bukan dengan selain-Nya. Zikir adalah kehidupan dan kekuatan hati; hati tidak akan hidup dan tidak akan mendapatkan asupan (ghiza’) kecuali dengannya.
Syaikhul Islam Ibn Taymiyyah رحمه الله berkata:
“Zikir bagi hati seperti air bagi ikan. Bagaimana keadaan ikan jika ia berpisah dari air?”
- Namanya akan disebut-sebut
Di antara manfaat zikir juga: bahwa pelakunya akan mendapatkan zikir (sebutan) dari Allah. Allah Ta‘ala berfirman:
“Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengingat kalian.” (Al-Baqarah: 152)
Dan dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, dari Abu Hurairah رضي الله عنه, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits qudsi, meriwayatkan dari Rabbnya Tabaraka wa Ta‘ala:
«فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ»
“Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam Diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu perkumpulan, Aku akan mengingatnya di perkumpulan yang lebih baik daripada mereka.”
- Menghapuskan Dosa
Di antara manfaat zikir pula: ia menghapus dan menggugurkan dosa, serta menyelamatkan orang yang berzikir dari azab Allah. Dalam Musnad (riwayat Ahmad bin Hanbal), dari Muadh ibn Jabal رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ عَمَلًا قَطُّ أَنْجَى لَهُ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ»
“Tidaklah seorang anak Adam melakukan suatu amalan yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah daripada zikir kepada Allah.”
- Keutamaan yang tidak didapatkan dari amalan lainnya
Di antara manfaatnya juga: bahwa zikir mendatangkan pemberian, pahala, dan keutamaan yang tidak didapatkan dari amalan lainnya, padahal ia termasuk ibadah yang paling mudah.
Dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, dari Abu Hurairah رضي الله عنه, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ، كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ، وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ…»
“Barang siapa mengucapkan: “Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,’ sebanyak seratus kali dalam sehari, maka baginya pahala seperti memerdekakan sepuluh budak, dituliskan baginya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, dan menjadi pelindung baginya dari setan pada hari itu hingga ia memasuki waktu petang, dan tidak ada seorang pun yang datang dengan sesuatu yang lebih utama daripada yang ia bawa, kecuali orang yang beramal lebih banyak dari itu.”
- Bahwa ia merupakan tanaman surga.
Dari Abdullah bin Masud رضي الله عنه, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
«لَقِيتُ إِبْرَاهِيمَ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، أَقْرِئْ أُمَّتَكَ مِنِّي السَّلَامَ، وَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ الْجَنَّةَ طَيِّبَةُ التُّرْبَةِ، عَذْبَةُ الْمَاءِ، وَأَنَّهَا قِيعَانٌ، وَأَنَّ غِرَاسَهَا: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ»
“Aku bertemu dengan Ibrahim pada malam Isra’ Mi‘raj. Ia berkata: ‘Wahai Muhammad, sampaikan salamku kepada umatmu dan beritahukan kepada mereka bahwa surga itu tanahnya baik, airnya segar, dan ia adalah tanah lapang; dan tanamannya adalah: Subhanallah, walhamdulillah, laa ilaaha illallah, wallahu akbar.’”
- Zikir menjadi cahaya bagi pelakunya
Cahaya yang ia gunakan berjalan di dunia, menerangi kuburnya, dan menerangi jalannya di atas shirath pada hari kiamat. Allah Ta’ala berfirman:
أَوَمَن كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَن مَّثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا
“Apakah orang yang tadinya mati lalu Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang dengannya ia berjalan di tengah manusia, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan yang tidak dapat keluar darinya?” (Al-An‘am: 122)
Ini hanyalah beberapa contoh dari pahala dan karunia besar yang Allah berikan atas zikir.
Seorang mukmin akan bersinar dengan imannya kepada Allah, dengan kecintaannya kepada-Nya, dan dengan zikirnya kepada-Nya. Adapun orang yang lalai dari itu, maka ia berada dalam kegelapan yang bertumpuk-tumpuk. Maka keberuntungan yang sempurna adalah meraih cahaya ini, sedangkan kesengsaraan yang hakiki adalah kehilangan dan terhalang darinya.
Seluruh kesengsaraan itu ada pada hilangnya cahaya tersebut dan terhalangnya seseorang darinya. Karena itu, Nabi ﷺ banyak memohon kepada Allah Tabaraka wa Ta‘ala agar diberi cahaya itu agar Allah menjadikannya pada seluruh anggota tubuhnya, pada bagian lahir dan batinnya, serta menjadikannya meliputinya dari segala arah.
Allah Ta‘ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا
“Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang banyak. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu, dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (Al-Ahzab: 41–43)
Dan Allah berfirman tentang orang-orang munafik:
وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا
“Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.” (An-Nisa: 142)
Ali ibn Abi Talib رضي الله عنه pernah ditanya tentang pasukan Perang Jamal: “Apakah mereka orang-orang munafik?”
Beliau menjawab:
“Orang-orang munafik tidaklah mengingat Allah kecuali sedikit.”
Dalam hadits dari Abdullah bin Busr رضي الله عنه, seorang lelaki berkata:
“Wahai Rasulullah, syariat Islam terasa sangat banyak bagi saya, beritahukan kepadaku sesuatu yang bisa aku pegang teguh?”
Rasulullah ﷺ menjawab:
«لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِن ذِكْرِ اللَّهِ»
“Biarlah lidahmu selalu basah dengan zikir kepada Allah.”
Ini menunjukkan bahwa zikir adalah petunjuk dan penolong bagi seorang hamba agar tetap mampu menjalankan syiar-syiar Islam, jika ia mencintainya dan menaatinya.
Ini hanyalah secuil dari limpahan rahmat, sebagian kecil dari banyak kebaikan, buah, dan hasil besar yang diperoleh dari zikir. Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi hamba-hamba Allah yang beriman untuk memperbanyak zikir kepada Allah agar mereka meraih pahala yang agung, keutamaan yang mulia, dan buah-buah yang diberkahi, terutama kita sedang menjalani bulan yang mulia ini, musim yang agung bulan zikir dan Al-Qur’an, musim ketaatan dan kebaikan.
Kita memohon kepada Allah Yang Maha Mulia agar menerangi hati kita dengan zikir-Nya, menggunakan waktu-waktu kita untuk beribadah kepada-Nya, dan menjadikan lidah-lidah kita senantiasa basah dengan zikir, pujian, dan penghambaan yang baik kepada-Nya.
Sumber:
Diterjemahkan dari kitab Maqolat Romadhoniyah Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr hafidzahullah, dengan sedikit perubahan.