Muamalah

11 Adab Menggunakan Ponsel yang Sering Diabaikan

Tsaqif Dhiya Fadhillah • Oct 25, 2026
↔ Geser untuk membaca

Saat ini, ponsel telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Kemajuan teknologi membuat penggunaannya semakin luas hingga hampir semua kalangan memilikinya. Melalui satu perangkat, kita dapat melihat, mendengar, berbicara, membaca, dan menulis, seakan-akan dunia berada dalam genggaman. Namun, semakin besar ketergantungan kita terhadap ponsel, semakin penting pula bagi kita untuk mengendalikannya, bukan justru dikendalikan olehnya. Lalu, bagaimana agar kita dapat menggunakan ponsel dengan bijak?...

Pertanyaan ini sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini. Masih ada di antara kita yang kurang memperhatikan adab dalam menggunakan ponsel, padahal Islam telah mengatur berbagai aspek kehidupan manusia demi kemaslahatan mereka. Tulisan ini merangkum faedah dari salah satu ceramah Syaikh Abdulaziz bin Abdullah al-Khalifah tentang adab menggunakan ponsel. Berikut beberapa adab yang beliau sampaikan:...

1. Menggunakan Ponsel Seperlunya...

Gunakanlah ponsel seperlunya, baik untuk menelepon, berkirim pesan, menonton, maupun mendengarkan sesuatu. Hindarilah penggunaan yang berlebihan dan jangan menggunakannya untuk perkara yang tidak diridai Allah ﷻ. Penggunaan ponsel secara berlebihan dapat membuat seseorang lalai dari tiga hak berikut:

Lanjut Baca Artikel →
Belajar Akidah

Tidakkah Mereka Mau Berpikir?

Zanuri Anwar Said • Oct 20, 2026
↔ Geser untuk membaca

Batu adalah makhluk, pohon adalah makhluk, lautan adalah makhluk, dan gunung-gunung pun merupakan makhluk ciptaan Allah. Semuanya adalah bagian dari alam semesta yang diciptakan oleh Allah ta’ala. Namun, sungguh mengherankan, masih banyak manusia yang justru memohon, meminta pertolongan, bahkan beribadah kepada benda-benda tersebut....

Padahal, batu tidak dapat mendatangkan manfaat ataupun menolak mudarat dengan sendirinya. Pohon tidak mampu mengabulkan doa. Lautan dan gunung-gunung tidak memiliki kekuasaan untuk memenuhi permintaan manusia. Semuanya adalah makhluk yang tunduk kepada Allah ta’ala....

Lebih menyedihkan lagi, ada manusia yang mendatangi kuburan, lalu memohon kepada penghuni kubur, meminta rezeki, keturunan, kesembuhan, dan berbagai hajat lainnya. Padahal, penghuni kubur itu telah meninggalkan kehidupan dunia dan tidak memiliki kekuasaan untuk mengabulkan permohonan....

Allah ta’ala berfirman:

Lanjut Baca Artikel →
Sejarah

Mengenal dan Meneladani Para Tamu Islam: Ahlus Suffah

Tsaqif Dhiya Fadhillah • Oct 15, 2026
↔ Geser untuk membaca

Para sahabat adalah generasi terbaik umat ini. Merekalah penerus estafet perjuangan Rasulullah ﷺ. Allah memuji mereka dalam banyak ayat Al-Qur’an dan menganugerahkan julukan-julukan mulia sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanan mereka, seperti as-sabiqunal awwalun, Muhajirin, dan Anshar. Julukan-julukan ini tentu sudah akrab di telinga kita....

Namun, ketika disebut Ahlus Suffah, tak banyak yang mengenalnya, seolah istilah itu asing bagi kita. Siapa sebenarnya mereka? Bagaimana awal kemunculannya? Berapa jumlah mereka? Dan pesan moral apa yang bisa kita petik dari kisah mereka? Tulisan singkat ini akan mengupas poin-poin tersebut....

Latar Belakang Terbentuknya Suffah...

Setelah kaum Muslimin hijrah dari Makkah ke Madinah, kaum Muhajirin menghadapi kesulitan ekonomi karena meninggalkan rumah dan harta benda mereka demi menyelamatkan agama. Mereka juga kesulitan mencari penghidupan karena perekonomian Madinah didominasi pertanian, sedangkan masyarakat Makkah umumnya berlatar belakang perdagangan. Selain itu, mereka tidak memiliki lahan pertanian maupun modal untuk memulai usaha.1

Lanjut Baca Artikel →
RIWAYAH

Menjaga Lisan agar Selamat pada Hari Kiamat

Zanuri Anwar Said • Oct 12, 2026
↔ Geser untuk membaca

Hendaknya seseorang menjaga lisan dari segala jenis keburukan yang ada di dalamnya. Sebelum seseorang berbicara, hendaknya ia memikirkan terlebih dahulu apakah pembicaraan tersebut mengandung kebaikan atau justru keburukan. Jika mengandung kebaikan, silakan ia berbicara. Adapun jika mengandung keburukan, hendaknya ia menahan lisannya sekuat mungkin....

Berkaitan dengan hal ini, telah datang kepada kita hadis dari ‘Uqbah bin ‘Āmir radhiyallāhu ‘anhu. Ia berkata:...

قلتُ: يا رسولَ اللهِ، ما النَّجاةُ؟...

“Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah keselamatan itu?’”

Lanjut Baca Artikel →
Dzikir & Doa

Dzikir Setelah Shalat Wajib

Maulana Alkahroeby • Oct 11, 2026
↔ Geser untuk membaca

(3x) أَسْتَغْفِرُ اللهَ...

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ...

Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikroom....

"Aku minta ampun kepada Allah." (3x)

Lanjut Baca Artikel →
Tazkiyatun Nafs

Ketika Ilmu Tidak Diamalkan

Tsaqif Dhiya Fadhillah • Oct 06, 2026
↔ Geser untuk membaca

Dalam Islam, menuntut ilmu bukanlah sekadar aktivitas intelektual untuk memperluas wawasan atau mengumpulkan hafalan, karena setiap lembaran yang dibaca, ilmu yang ditulis, serta ayat dan hadis yang dihafal, semua bernilai ibadah di sisi Allah ﷻ. Syekh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah berkata: “Ilmu adalah ibadah yang sangat agung, bahkan kedudukannya disejajarkan dengan jihad di jalan Allah ﷻ. Sebagaimana firman Allah ﷻ :...

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ...

"Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya." (QS. At-Taubah: 122)....

Keagungan menuntut ilmu juga ditegaskan oleh Imam Ahmad rahimahullah. Beliau pernah menyatakan:

Lanjut Baca Artikel →
Dzikir & Doa

Dzikir Petang

Maulana Alkahroeby • Sep 19, 2026
↔ Geser untuk membaca

Waktu dzikir pagi: Dari terbitnya fajar hingga terbitnya matahari....

Waktu dzikir petang: Dari terbenamnya matahari sampai hilangnya syafaq merah, ditandai dengan masuknya waktu isya....

Yuk baca artikel kami lainnya: Dzikir Pagi...

1) Membaca ayat Kursi (Al-Baqoroh: 255):

Lanjut Baca Artikel →
Dzikir & Doa

Dzikir Pagi

Maulana Alkahroeby • Sep 19, 2026
↔ Geser untuk membaca

Waktu dzikir pagi: Dari terbitnya fajar hingga terbitnya matahari....

Waktu dzikir petang: Dari terbenamnya matahari sampai hilangnya syafaq merah, ditandai dengan masuknya waktu isya....

Yuk baca artikel kami lainnya: Dzikir Petang...

1) Membaca ayat Kursi (Al-Baqoroh: 255):

Lanjut Baca Artikel →
Tazkiyatun Nafs

Jangan Tertipu Rasa Nyaman

Zanuri Anwar Said • Sep 18, 2026
↔ Geser untuk membaca

Seseorang terkadang merasa baik-baik saja ketika ia berbuat dosa. Ia merasa istri dan anak-anaknya tetap mencintainya, kondisi ekonominya tetap aman, tubuhnya tetap sehat, dan berbagai kenikmatan tersebut masih terus ia rasakan....

Seakan-akan jiwanya berkata, “Ternyata, setelah berbuat dosa, semuanya tetap baik-baik saja. Tidak ada rasa sakit yang aku rasakan, tidak ada kehormatan yang runtuh, bahkan jabatan semakin tinggi.”...

“Bukankah Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya?”...

Hasan Al-Bashri menjelaskan keadaan orang-orang munafik:

Lanjut Baca Artikel →
Belajar Akidah

Jalan Ini Akan Membawa kepada Keselamatan

Zanuri Anwar Said • Sep 13, 2026
↔ Geser untuk membaca

Hendaknya kita memiliki perhatian yang besar terhadap sunah Nabi ﷺ, baik dalam ilmu maupun amal. Sebab, berpegang teguh pada sunah merupakan salah satu sebab terbesar keselamatan seseorang pada hari kiamat....

Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Malik bin Anas رحمه الله:...

من اراد النجاة فعليه بكتاب الله وسنة نبيه...

“Barang siapa yang menginginkan keselamatan, hendaknya ia berpegang teguh pada Kitabullah dan sunah Nabi-Nya.”

Lanjut Baca Artikel →