TAZKIYATUN NAFS

Prasangka Baik kepada Allah

Zanuri Anwar Said • May 03, 2026
↔ Geser untuk membaca

Seorang yang beriman kepada Allah tidak memiliki alasan untuk berprasangka buruk kepada-Nya. Ketika seseorang mulai berprasangka buruk kepada Allah hal ini menunjukkan akan rendahnya kualitas iman dalam dirinya. Sebaliknya, orang-orang yang senantiasa berprasangka baik kepada Allah akan tampak memiliki keimanan yang tinggi; ia selalu berbaik sangka kepada Allah....

Barang siapa berprasangka buruk kepada Allah, maka itulah yang akan ia dapatkan dari sangkaannya. Sebaliknya, barang siapa yang senantiasa berprasangka baik kepada Allah, maka kebaikan akan senantiasa mengiringi setiap langkahnya....

Nabi ﷺ sangat menyukai orang-orang yang senantiasa optimis dalam segala hal. Sebagaimana sabda beliau ‎ﷺ :...

يعجبني الفأل، قالوا: وما الفأل يا رسول الله؟ قال: الكلمة الطيبة

Lanjut Baca Artikel →
TAZKIYATUN NAFS

Menyambung Tali Silaturahim

Zanuri Anwar Said • Apr 26, 2026
↔ Geser untuk membaca

Di antara amalan yang paling mendekatkan diri kepada Allah dan termasuk ketaatan yang paling utama adalah menyambung tali silaturahim. Termasuk karunia dan kemurahan Allah, Dia menjadikan silaturahim sebagai sebab keberkahan waktu dan bertambahnya rezeki seorang hamba. Nabi ﷺ bersabda:...

«من أحب أن يبسط له في رزقه وينسأ له في أثره فليصل رحمه»...

“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim.” (Muttafaq ‘alaih)...

Seorang Muslim seharusnya senantiasa menjaga dan menyambung hubungan kekerabatan. Salah satu cara baik yang bisa dilakukan adalah menetapkan waktu khusus misalnya sekali dalam sepekan atau sebulan untuk mengunjungi kerabat dan berbincang bersama mereka. Kebiasaan ini sangat bermanfaat dalam menjaga ketenangan dan kebersihan hati.

Lanjut Baca Artikel →
TAZKIYATUN NAFS

Ada Apa dengan Tawakal?

Zanuri Anwar Said • Apr 18, 2026
↔ Geser untuk membaca

Ketika kita berbicara tentang tawakal maka dalam benak kita sudah bisa di pahami bahwa makna tawakal artinya seseorang menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah subahanhu wata’ala....

Kita bisa ambil contoh dalam kehidupan sehari-hari yaitu seorang ketika ia keluar dari rumahnya dalam keadaan menyerahkan urusannya kepada Allah, berpuasa dengan menyerahkan urusannya kepada Allah, dan sholat dengan menyerahkan urusannya kepada Allah. Ia bersandar hanya kepada Allah dalam menjalankan semua itu, bukan kepada dirinya sendiri, dan bukan pula kepada si fulan atau si alan lainnya....

Dengan menyerahkan segala urusannya kepada Allah agar Allah memberikan manfaat melalui sebab-sebab yang ia lakukan. Demikianlah, ia memohon pertolongan kepada Allah dalam seluruh urusannya dan bertawakal kepada-Nya, dengan tetap melakukan sebab-sebab, yaitu menempuh usaha-usaha yang telah Allah syariatkan dan perintahkan....

Dan perlu kita ketahui bersama bahwa tawakal memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam agama. Allah mengaitkannya dengan ibadah sebagaimana dalam firman-Nya:

Lanjut Baca Artikel →
HAJI & UMRAH

8 Keutamaan Ibadah Haji

Maulana alkahroeby • Apr 13, 2026
↔ Geser untuk membaca

Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan sangat agung dalam syariat. Setiap langkah dalam pelaksanaan haji mengandung pelajaran dan hikmah yang mendalam, mulai dari kesabaran, keikhlasan, hingga persaudaraan umat Islam tanpa memandang latar belakang. Karena itu, memahami keutamaan ibadah haji menjadi hal yang penting agar seorang Muslim dapat semakin terdorong untuk menunaikannya dengan hati yang penuh kesadaran dan kecintaan kepada Allah ﷻ....

Berikut ini delapan keutamaan ibadah haji beserta dalil-dalilnya....

1. Haji merupakan rukun islam dan landasan utamanya...

Dari Abdullah bin 'Ummar bin Khattab radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Aku mendengar Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

Lanjut Baca Artikel →
TAZKIYATUN NAFS

Ketika Aku Ikhlas dalam Beramal

Zanuri Anwar Said • Apr 12, 2026
↔ Geser untuk membaca

Kemuliaan seorang hamba terletak pada ketaatannya kepada Allah ta’ala dan usahanya menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Kemudian, ia menghiasi amalnya dengan keikhlasan. Inilah inti dari seluruh ajaran agama: seorang hamba beramal dengan ikhlas. Sekaligus mahkota seorang hamba dan sumber kebahagiaan yang hakiki....

Urusan seorang hamba tidak akan sempurna, dan ia tidak akan bisa meraih keberkahan dalam hidupnya, sampai ia beramal dengan ikhlas. Allah pun telah memerintahkan Rasul-Nya untuk memperhatikan perkara ini. Keikhlasan banyak disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an, di antaranya firman Allah ta’ala:...

﴾وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ﴿...

“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus, serta agar mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Lanjut Baca Artikel →
TAZKIYATUN NAFS

Di Mana Aku Mendapatkan Kebahagiaan

Zanuri Anwar Said • Apr 03, 2026
↔ Geser untuk membaca

Banyak orang mengira bahwa kebahagiaan hanya terfokus pada banyaknya harta. Kekeliruan dalam memahami makna kebahagiaan ini membuat seseorang tidak lagi memikirkan bagaimana cara meraihnya, apakah dengan cara yang halal atau haram; yang penting baginya adalah bagaimana ia mendapatkannya, entah dengan cara halal maupun haram....

Bahkan, ia mengeluh bahwa dirinya merasa sulit mencari yang halal. Padahal, jika kita jujur dan mau belajar, kita akan mendapati bahwa perkara di dunia ini masih sangat banyak yang Allah halalkan dibandingkan dengan apa yang Allah haramkan. Lebih menyedihkan lagi, sebagian orang sampai pada titik mencari harta dengan cara yang Allah haramkan. Padahal, baik dengan cara halal maupun haram, seseorang tidak akan mendapatkan kecuali apa yang telah Allah tetapkan. Artinya, ketika engkau mencari dengan cara halal, maka itulah yang akan engkau dapatkan, meskipun engkau mencarinya dengan cara yang diharamkan oleh Allah....

Perlu kita ketahui bahwa kita tidak akan mendapatkan kebahagiaan kecuali dengan bertakwa kepada Allah dan Rasul-Nya, serta dengan beramal saleh dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan keburukan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:...

يَأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ اتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوْلًا سَدِيدًا()يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُ, فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا (٤)

Lanjut Baca Artikel →
PUASA

Meraih Malam yang Lebih Baik daripada Seribu Bulan

Zanuri Anwar Said • Mar 10, 2026
↔ Geser untuk membaca

Sesungguhnya Allah Ta‘ala adalah satu-satunya dzat yang paling berhak menciptakan dan memilih, sebagaimana firman-Nya:...

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ وَيَخْتَارُ...

“Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilih (apa yang Dia kehendaki).(QS. Al-Qashash: 68)...

Maka Allah yang Mahamulia dan Mahatinggi karena kesempurnaan hikmah dan kekuasaan-Nya, serta karena kesempurnaan ilmu dan keluasan pengetahuan-Nya, memilih dari makhluk-Nya apa yang Dia kehendaki; baik berupa waktu, tempat, maupun orang-orang tertentu. Allah mengkhususkan mereka dengan tambahan keutamaan, perhatian yang besar, limpahan nikmat, dan kemuliaan dari-Nya.

Lanjut Baca Artikel →
PUASA

Ketika Malam Penuh Kemuliaan Itu Datang

Zanuri Anwar Said • Mar 10, 2026
↔ Geser untuk membaca

Sesungguhnya bulan Ramadan adalah bulan yang seluruhnya dipenuhi keberkahan dan rahmat, baik pada siang harinya maupun malam harinya. Terlebih pada malam sepuluh hari terakhir memiliki keutamaan tambahan dibanding hari dan malam lainnya, dengan berbagai kekhususan yang agung serta keutamaan yang besar yang tidak dimiliki selainnya....

Karena itu, Nabi ﷺ dan para sahabatnya setelah beliau sangat mengagungkan sepuluh hari terakhir, dan mereka bersungguh-sungguh dalam beribadah pada waktu tersebut lebih daripada kesungguhan mereka pada hari-hari lainnya....

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari ‘Aisyah رضي الله عنها, ia berkata:...

((كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَجْتَهِدُ فِي العَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهَا))

Lanjut Baca Artikel →
PUASA

Antara Aku, Bulan Ramadan, dan Istigfar

Zanuri Anwar Said • Mar 07, 2026
↔ Geser untuk membaca

Allah Ta‘ala berfirman:...

قُلْ يَٰعِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُواْ مِن رَحْمَةِ ٱللَّهِ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ...

“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)...

Ayat yang mulia ini menjelaskan luasnya rahmat Allah dan kelembutan-Nya kepada para hamba-Nya. Di dalamnya terdapat seruan dari Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada orang-orang yang melampaui batas dan para pendosa yang telah melakukan dosa-dosa yang sangat besar dan sangat buruk termasuk di dalamnya kesyirikan, kekufuran, dan dosa-dosa besar agar mereka berhenti dari dosa-dosa tersebut dan memohon ampun kepada Rabb mereka Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Lanjut Baca Artikel →
PUASA

Ketika Aku Melatih Diriku untuk Bersabar

Zanuri Anwar Said • Mar 04, 2026
↔ Geser untuk membaca

Sesungguhnya sabar adalah fondasi terbesar bagi setiap akhlak yang mulia, dan sarana untuk membersihkan diri dari setiap akhlak yang hina. Sabar adalah menahan sesuatu dari apa yang tidak disukainya oleh hawa nafsu, dan atas hal yang bertentangan dengan keinginannya, demi mencari ridha Allah dan pahala-Nya....

Di dalamnya termasuk:...

Sabar dalam menaati Allah,...

Sabar dalam menjauhi maksiat kepada-Nya,

Lanjut Baca Artikel →